Menikmati secangkir cokelat yang rasanya khas tentu sama nikmatnya menikmati secangkir kopi. Ya, banyak orang menggemari cokelat seperti banyak orang menggemari kopi maupun teh. Selain sebagai minuman yang nikmat, cokelat juga telah populer sebagai makanan dan cemilan.
Cokelat atau juga dikenal sebagai kokoa berasal dari pohon kakao. Pertama kali mulai dikonsumsi sekitar 400 hingga 500 tahun sebelum masehi oleh penduduk Maya di Amerika Selatan. Kemudian cokelat dibawa ke Amerika Tengah di daerah Meksiko sekarang, dan digunakan oleh penduduk Aztec kuno pada waktu itu. Pada masa itu, cokelat lebih banyak dijadikan minuman.
Cokelat dianggap sebagai makanan para dewa — menjadi nama ilmiah cokelat yaitu Theobroma cacao, di mana theobroma berarti "makanan para dewa" — pada kala itu. Dan biji cokelat juga dianggap sebagai barang berharga, dan bisa dijadikan hadiah maupun alat penukaran yang sah seperti uang.
Cokelat dan Cinta
Cinta sering dikaitkan dengan cokelat dan mawar. Mengapa cokelat menjadi bagian yang terpisahkan saat seseorang jatuh cinta? Karena karakter dan senyawa cokelat yang membuat cokelat menjadi identik dengan percintaan.
Cokelat mengandung zat theobromine. Zat ini dapat menstimulasi jaringan jantung dan saraf. Theobromine bisa membuat kita terjaga dan bersemangat seperti efek kafein yang terdapat pada kopi dan teh.
Zat lainnya adalah phenylethylamine. Zat ini membantu penyerapan dalam otak dan menghasilkan dopamine, di mana dopamine dapat menghasilkan perasaan gembira. Efek dopamine lainnya adalah gairah seksual dan juga perasaan jatuh cinta. Itu sebabnya cokelat sangat erat berkaitan dengan cinta.
Selain itu, sensasi makan cokelat yang lembut dan lumer di lidah, memang membuat sensasi tersendiri. Hal ini bisa membuat perasaan nyaman dan meningkatkan hasrat satu dan lain.
Manfaat Cokelat
Beberapa manfaat cokelat misalnya cokelat bisa untuk kecantikan. Cokelat dapat menghaluskan kulit, mengurangi kerutan, memperlambat penuaan dan membuat awet muda.
Beberapa salon dan pusat kecantikan menawarkan perawatan kecantikan dengan cokelat seperti masker cokelat, lulur cokelat, bahkan mandi cokelat. Cokelat bisa menjaga kekenyalan kulit dan membuat kulit mulus dan indah. Kulit mulus dan indah tentu dambaan setiap wanita yang ingin cantik.
Jenis Cokelat
Tiga jenis cokelat yang biasa dinikmati misalnya:
Dark Chocolate
Rasanya pahit, apalagi jika kandungan cokelatnya lebih dari 70 persen. Sangat baik untuk kesehatan. Beberapa penelitian, cokelat bisa sebagai bahan untuk membantu penyembuhan. Meski penelitian ini belum bisa disimpulkan secara jelas, tapi ada keterkaitan antara cokelat dan kesembuhan seseorang dari berbagai penyakit.White Chocolate
Kandungan cokelat pada white chocolate hanya sekitar 30 persen saja. Kandungan gula pada cokelat ini cukup tinggi sehingga cukup berbahaya bagi penderita diabetes.Cokelat Susu
Atau dikenal dengan milk chocolate, merupakan cokelat yang paling digemari karena rasanya yang nikmat.
Cokelat untuk Binatang
Cokelat bisa menjadi zat berbahaya bagi beberapa binatang, misalnya anjing. Cokelat bisa menyebabkan anjing muntah-muntah dan kejang-kejang. Cokelat juga bisa menjadi zat beracun bagi anjing dan jika dimakan cukup banyak oleh beberapa binatang, cokelat bisa merusak jantung, ginjal, serta sistem saraf pusat mereka. Zat yang tidak bisa diterima oleh anjing adalah theobromine, meski bagi manusia zat ini aman.
Nikmatnya Cokelat
Cokelat merupakan makanan dan minuman yang nikmat. Berbagai jenis kue, es krim, donat, maupun makanan dan minuman lainnya telah dibubuhi dan terbuat dari cokelat. Cokelat memiliki cita rasa yang unik di lidah, serta aromanya yang khas dan menyenangkan. Menikmati cokelat memang sungguh nikmat. Namun tetap perhatikan kesehatan Anda dan selalu perhatikan kandungan cokelat dan komposisi santapan Anda.
Informasi selengkapnya mengenai cokelat, dapat Anda baca pada artikel berikut ini:






